img { float: right; } img { float: left; }

Header Ads

test

5 Bahan Mematikan yang Menjadi Resep Kecantikan di Masa Lalu


Kata orang tua, resep kecantikan dari nenek moyang merupakan tips yang paling baik. Namun tidak selamanya pendapat ini bisa dipegang. Pasalnya dunia kecantikan berabad-abad lalu juga sempat mengenal produk-produk berbahaya yang kini sudah terbukti bisa membahayakan nyawa dan kesehatan. Contohnya saja racun arsenik, timbal, merkuri, bahkan cacing pita. Bahan-bahan ini pernah diyakini bisa mempercantik kulit dan menjadikan tubuh langsing. Untungnya sekarang sudah tak digunakan lagi sebagai bahan perawatan kecantikan.

Berikut ini bahan-bahan mematikan yang sempat menjadi produk kecantikan andalan wanita di zaman kuno

1. Diet cacing pita - Inggris tahun 1800

Memiliki tubuh langsing cenderung kurus merupakan standar kecantikan yang diterima oleh para wanita Inggris hingga tahun 1800-an. Pada saat itu wanita rela melakukan apa saja untuk mendapatkan pinggang yang ekstra ramping, termasuk mengonsumsi pil yang terdiri dari campuran telur cacing pita. Sebenarnya metode ini memang efektif untuk melangsingkan tubuh. Tetapi efek samping yang dihasilkan jauh lebih berbahaya.

Begitu menetas, cacing pita akan memakan nutrisi dan kalori yang dikonsumsi induk semangnya untuk tumbuh besar. Jika berat badan yang diinginkan sudah didapat, yang bersangkutan harus meminum sejenis obat untuk membunuh cacing dan mendorongnya keluar lewat feses. Tetapi dalam beberapa kasus metode pembersihan ini tak berhasil. Cacing pita justru berpindah ke bagian tubuh yang lain dan menjadi parasit di sana, misalnya liver, mata, dan otak. Selain itu, diet ini juga bisa mengakibatkan malnutrisi, perut buncit, infeksi, serta konstipasi akut.

2. Arsenik - Era Victoria

Pada era Victoria, arsenik merupakan zat yang umum digunakan untuk perawatan kecantikan bagi wanita. Biasanya bahan berbahaya ini dicampurkan dalam riasan, krim wajah, atau digunakan untuk mencuci muka. Sejumlah dokter pada masa itu bahkan meluncurkan kosmetik arsenik yang laris manis. Tak hanya dioleskan pada kulit, arsenik juga diolah menjadi pil suplemen kecantikan untuk dikonsumsi secara rutin

Arsenik dipercaya bisa menjadikan kulit putih pucat dan bebas bintik, salah satu syarat cantik bagi wanita Eropa pada masa itu. Kenyataannya, arsenik membunuh sel darah merah di dalam tubuh dan menjadikan kulit terlihat lebih cerah.

Tetapi konsumsi arsenik secara topikal maupun langsung bisa mengakibatkan pendarahan dalam, muntah, kerontokan rambut, kebutaan, bahkan kematian.

Setelah marak kasus peracunan dengan arsenik oleh sejumlah wanita di Inggris, zat berbahaya ini dinyatakan terlarang.


3. Belladonna - Zaman Renaisans

Kalau perempuan zaman modern menggunakan kontak lens untuk menjadikan mata tampak lebih lebar, wanita-wanita di Italia pada zaman Renaisans menggunakan ekstrak tanaman belladonna untuk mempercantik mata. Mereka menggunakan obat tetes mata yang mengandung belladonna setiap hari untuk menjadikan pupil mata lebih lebar dan terlihat cantik.

Belladonna adalah sebutan untuk nightshade, tanaman beri hitam dengan racun mematikan. Istilah belladonna yang berarti wanita cantik dipakai karena bahan ini populer di dunia kecantikan.

Tentu saja, penggunaan obat tetes belladonna juga menghasilkan efek samping yang mengerikan. Selain menyebabkan kebutaan, belladonna juga bisa memicu gagal jantung, koma, dan kematian.


4. Timbal - Zaman Romawi dan Mesir kuno

Penggunaan timbal dalam produk kecantikan sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Orang-orang Romawi menggunakan timbal sebagai alas bedak dan perona pipi. Sementara orang-orang dari zaman Mesir kuno menggunakan celak yang diberi campuran timbal. Penggunaan timbal untuk kecantikan mencapai puncaknya pada abad 16 sampai 18. Wanita di Eropa mencampur timbal dan cuka sebagai alas bedak. Warnanya yang putih memang bisa menutupi bekas luka cacar dan menjadikan kulit tampak pucat sesuai standar kecantikan pada masa itu.



5. Emas cair - Abad 16

Cairan emas dipercaya oleh bangsawan Prancis untuk menjaga wajah dan tubuh agar senantiasa muda. Para tabib dan ahli obat pada masa itu baisa meresepkan campuran klorida emas dan dietik eter untuk diminum. Selain dapat menjadikan awet muda, emas cair juga dipercaya dapat menyembuhkan sejumlah penyakit.

Namun konsumsi emas cair ditambah bahan-bahan berbahaya yang menyertainya juga bisa mengakibatkan kerusakan organ, keracunan akut, penipisan rambut, dan kerapuhan tulang.

Salah satu korban keracunan emas cair yang paling ternama adalah Diane de Poitiers. Dia adalah wanita simpanan sekaligus pengendali tahta kerajaan Prancis pada abad 16. Diane disebut memiliki kulit putih pucat dan wajah yang awet muda. Diane bahkan masih mempesona hingga dia bisa memikat Raja Henry II yang dua puluh tahun lebih muda.

No comments